Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, selamat pagi anak Soleh dan Sholeha. Adakah yang bisa menjawab soal bergambar di bawah ini? Mari kita berdiskusi bersama
Jumat, 18 September 2020
Kamis, 17 September 2020
Rabu, 16 September 2020
Selasa, 15 September 2020
Tugas Tugas Perkembangan Siswa
Tugas-Tugas
Perkembangan Siswa
Tugas perkembangan menurut Robert J. Havighurs adalah
sebagian tugas yang muncul pada suatu periode tertentu dalam kehidupan
individu, yang merupakan keberhasilan yang dapat memberikan kebahagian serta
memberi jalan bagi tugas-tugas berikutnya.Tugas-tugas perkembangan
tersebut yaitu :
- Mengembangkan hubungan sosial dengan teman sebaya baik
pria maupun wanita, yatu mampu bekerja sama dalam kelompok, menerima teman
dari lawan jenis, dan tidak memaksakan kehendak pada kelompoknya. Hakikat
Tugas perkembangan ini adalah: (1) belajar melihat kenyataan; (2)
berkembang menajdi orang dewasa diantara orang dewasa lainnya; (3) belajar
bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama; (4) belajar
memimpin orang lain tanpa mendominasinya.
- Melaksanakan peran sosial sebagai pria atau wanita
sesuai dengan norma masyarakat, yaitu mengetahui dan memahami peran sosial
pria atau wanita sesuai norma masyarakat, menerima peran sosial sebagai
pria atau wanita, mau mengerjakan pekerjaan pria atau wanita, dan mampu
mengerjakan pekerjaan pria atau wanita sesuai norma masyarakat. Hakikat
Tugas perkembangan ini adalah bahwa remaja dapat menerima dan belajar
peran sosial sebagai pria atau wanita dewasa yang dijunjung tinggi oleh
masayarakat.
- Menerima keadaan diri dan menggunakannya secara efektif
yaitu menerima keadaan fisiknya, menerima bakatnya, memelihara fisiknya,
mengembangkan bakatnya dan menghargai keadaan dirinya (self-esteem).
Hakikat dari tugas perkembangan ini bertujuan agar remaja merasa bangga
atau bersikap toleran terhadap fisiknya, menggunakan dan memelihara
fisiknya secara efektif, dan merasa puas dengan fisiknya tersebut.
- Memiliki sikap dan perilaku emosional yang mantap yaitu
tidak cepat putus asa, tidak manja, berani mengambil resiko, menyayangi
orang tua dengan tulus dan menghormati guru dengan tulus. Hakikat Tugas.
Tujuannya (1) membebaskan diri dari sikap dan perilaku yang
kekanak-kanakan atau bergantung pada orang tua, (2) mengembangkan afeksi
(cinta kasih) kepada orang tua, tanpa bergantung padanya, dan (3)
mengembangkan sikap respek terhadap orang dewasa lainnya tanpa bergantung
padanya.
- Mempersiapkan ke arah kemandirian ekonomi yaitu penuh
perhitungan dalam membelanjakan uang, berusaha untuk menabung, membantu
pekerjaan orang tua, berusaha agar dapat menyelesaikan sekolah tepat
waktu, memilih kegiatan ekstrakurikuler yang nantinya dapat menghasilkan
nafkah. Hakikat Tugas. Tujuanya adalah agar remaja merasa mampu
menciptakan suatu kehidupan ( mata pencaharian).
- Memilih dan mempersiapkan pekerjaan yaitu mampu memilih
jurusan yang sesuai dengan cita-cita pekerjaannya, mampu memilih kegiatan
ekstrakurikuler yang akan mendukung terhadap cita-cita pekerjaannya,
memahami program studi yang ada di perguruan tinggi yang sesuai dengan
cita-cita pekerjaannya, memahami jenis kursus yang akan mendukung
cita-cita pekerjaannya, dan memahami syarat-syarat yang diperlukan untuk
pekerjaan yang dicita-citakan. Hakikat Tugas. Tujuan (1). Memilih suatu
pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan. (2). Mempersiapkan diri, memiliki
pengetahuan dan keterampilan.
- Memiliki sikap yang positif terhadap perkawinan dan
hidup berkeluarga, yaitu menghargai hak dan kewajiban sebagai anggota
keluarga. Hakikat tugas. (1). Mengembangkan sikap positif terhadap pernikahan
dan hidup berkeluarga. (2). Memperoleh pengetahuan yang tepat tentang
pengelolaaan keluarga dan pemeliharaan anak.
- Memiliki keterampilan intelektual dan memahami
konsep-konsep yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang baik yaitu
mampu membuat pilihan secara sehat, mampu membuat keputusan secara
efektif, dapat menyelesaikan konflik atau masalah lainnya, memahami konsep
hukum, ekonomi, politik yang berlaku. Hakikat Tugas. (1). Mengembangkan
konsep-konsep hukum, ekonomi, politik, geografi, hakekat manusia, dan
lembaga-lembaga sosial. (2). Mengembangkan kemampuan berbahasa dan
kemampuan berpikir.
- Memiliki sikap dan perilaku sosial yang bertanggung
jawab, yaitu berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial di masyarakat,
berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial di sekolah, menolong teman yang
perlu bantuan, menyantuni fakir miskin, menengok teman yang sakit dan
sebagainya. Hakikat Tugas. (1). Berpartisipasi sebagai orang dewasa yang
bertanggung jawab sebagai masyarakat, (2). Memperhitungkan nilai-nilai sosial
dalam tingkah laku dirinya.
- Memahami nilai-nilai dan etikahidup bermasyarakat yaitu
sopan dalam bergaul, jujur dalam bertindak, dan menghargai perasaan orang
lain. Hakikat Tugas. (1). Memebentuk seperangkat nilai yang mungkin dapat
direalisasikan. (2). Mengembangkan kesadaran untuk merealisasikan
nilai-nilai. (3). Mengembangkan kesadaran akan hubungannya dengan sesama
manusia dan alam. (4). Memahami gambaran hidup dan nilai-nilai secara
harmonis dan selaras.
Senin, 14 September 2020
Proses dan Tahapan dalam Strategi Konseling Traumatik
Proses
dan Tahapan Dalam Strategi Konseling Traumatik
Proses konseling traumatik terlaksana
karena hubungan konseling berjalan dengan baik. Proses konseling traumatik
adalah peristiwa tengah berlangsung dan memberi makna bagi klien yang mengalami
trauma dan memberi makna pula bagi konselor yang membantu mengatasi trauma
kliennya.
Trauma sebagai penyakit emosional tidak
dapat sembuh langsung jadi, tetapi memerlukan proses dan tahapan-tahapan mulai
dari tahapan pencegahan, penanggulangan dan penyembuhan. Dalam upaya
penyembuhan/tindak lanjut upaya pemulihan dapat digunakan dengan tiga bentuk
terapi yaitu terapi dengan penggunakan obat-obatan, terapi melalui elektronik
(eletro-shock therapy) dan terapi melalui pendekatan psikologi (psycho-therapy)
yang dilaksanakan oleh para ahli di bidangnya masing-masing. Sesuai dengan
ruang lingkup pembahasan, dalam makalah ini difokuskan hanya pada alternatif
terapi ketiga yaitu terapi psikologis.
Terapi psikologi merupakan bantuan
layanan yang menggunakan pendekatan psikologis, pendidikan dan lingkup budaya.
Tujuannya adalah untuk membantu klien menguasai kemampuan tertentu sehingga
dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
Sebagaimana proses konseling pada
umumnya, proses dalam strategi konseling traumatik juga dibagi atas tiga
tahapan, yaitu tahap awal konseling, tahap pertengahan (tahap kerja), dan tahap
akhir konseling (Achmad Juntika Nurihsan).
- Tahap Awal Konseling
Tahap awal ini terjadi sejak klien
bertemu dengan konselor hingga berjalan proses konseling dan menemukan definisi
masalah trauma klien. Cavanagh (1982) menyebut tahap ini dengan istilah
introduction, infitation dan environmental support. Adapun yang dilakukan oleh
konselor dalam proses konseling pada tahap ini adalah sebagai berikut:
1.
Membangun hubungan konseling traumatic
yang melibatkan klien yang mengalami trauma
2.
Memperjelas dan mendefenisikan masalah
trauma
3.
Membuat penjajakan alternative bantuan
untuk mengatasi masalah trauma
4.
Menegosiasikan kontrak
- Tahap Pertengahan Konseling
Berdasarkan kejelasan trauma klien yang
disepakati pada tahap awal, kegiatan selanjutnya adalah mengkonfrontasikan
pada: 1) penjelajahan trauma yang dialami klien, 2) bantuan apa yang akan
diberikan berdasarkan penilaian kembali apa-apa yang telah dijelajahi tentang trauma klien.
Adapun tujuan pada tahap ini adalah:
1.
Menjelajahi serta mengeksplorasi trauma
serta kepedulian klien dan lingkungannya dalam mengatasi trauma tersebut
2.
Menjaga agar hubungan konseling selalu
terpelihara
3.
roses konseling agar berjalan sesuai
kontrak
- Tahap Akhir Konseling
Cavanagh (1982) menyebut tahap ini
dengan istilah termination. Pada tahap ini, konseling ditandai dengn beberapa
hal berikut ini:
- Menurunnya
kecemasan klien, hal ini diketahui setelah konselor menanyakan keadaan
kecemasanya
- Adanya perubahan
perilaku klien kearah yang lebih positif, sehat dan dinamik
- Adanya tujuan
hidup yang jelas di masa yang akan datang dengan program yang jelas pula
- Terjadinya
perubaha sikap yang positif terhadap masalah yang dialaminya, dapat
mengoreksi diri dan meniadakan sikap yang suka menyalahkan dunia luar
seperti orang tua, teman dan keadaan yang tidak menguntungkan
Tujusan tahap akhir ini adalah
memutuskan perubahan sikap dan perilaku yang tidak bermasalah. Klien dapat
melakukan keputusan tersebut karena klien sejak awal berkomunikasi dengan
memutuskan perubahan sikap tersebut. Adapun tujuan lainnya dari tahap ini
adalah:
- Terjadinya
transfer of learning pada diri klien
- Melaksanakan
perubahan perilaku klien agar mampu mengatasi masalahnya
- Mengakhiri
hubungan konseling.
Jumat, 11 September 2020
Ice Breaking
Assalamualaikum selamat pagi anak Soleh dan Sholeha , pagi ini ibu akan memberikan Ice Breaking kepada kalian. Adakan yg bisa menjawab dengan tepat dan benar? Mari kita jawab bersama
Kamis, 10 September 2020
Fungsi dalam Bimbingan dan Konseling
Fungsi dalam Bimbingan dan Konseling
- Fungsi
pemahaman
Fungsi ini memungkinkan pihak-pihak yang berkepentingan dengan peningkatan perkembangan dan kehidupan klien (klien, konselor dan orang ketiga) memahami berbagai hal yang esensial berkenaan dengan perkembangan dan kehidupan klien. Fokus utama pelayanan bimbingan dan konseling yaitu klien dengan berbagai permasalahannya dan dengan tujuan konseling. Pemahaman yang sangat perlu dihasilkan oleh pelayanan bimbingan dan konseling adalah pemahaman tentang diri klien beserta permasalahannya oleh klien sendiri dan oleh pihak-pihak lain yang membantu klien, termasuk juga pemahaman tentang lingkungan diri klien.
a.Pemahaman tentang Klien
Pemahaman tentang klien merupakan titik tolak upaya pemberian bantuan terhadap
klien. Sebelum seorang konselor atau pihak-pihak lain dapat memberikan layanan
tertentu kepada klien, maka mereka perlu terlebih dahulu memahami klien
yangakan dibantu itu. Materi dalam pemahaman ini dapat dikelompokkan menjadi
berbagai data tentang:
1.
Keluarga
2.
Kesehatan
jasmani
3.
Riwayat
pendidikan sekolah
4.
Pengalaman
belajar di sekolah dan di rumah
5.
Pergaulan
sosial
6.
Rencana
pendidikan lanjut
7.
Kegiatan di
luar sekolah
8.
Hoby dan
kesukaran yang mungkin dihadapi
Pemahaman
tentang diri klien, pertama kali perlu dipahami oleh klien sendiri yang
menyangkut kelemahan dan kekuatan yang dimilikinya. Adapun pihak lain yang juga
perlu memahami diri klien adalah pihak-pihak yang berkepentingan (guru,orangtua
).Pemahaman pihak lain terhadap klien dipergunakan oleh konselor secara
langsung untuk memberi pelayanan bimbingan dan konseling, maupun sebagai bahan
acuan utama dalam rangka kerjasama dengan pihak-pihak lain dalam membantu
klien. Bagi konselor, upaya mewujudkan fungsi pemahaman merupakan tugas awal
pada setiap penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling.
b. Pemahaman
tentang Masalah Klien
Pemahaman terhadap masalah klien membantu konselor dalam memberikan penanganan
masalah, oleh karena itu maka pemahaman ini wajib dilaksanakan. Pemahaman
terhadap masalah klien terutama menyangkut jenis masalahnya, intensitasnya,
sangkut pautnya, sebab- sebabnya dan kemungkinan berkembangnya masalah ini jika
tidak segera ditangani.
c. Pemahaman
tentang lingkungan yang lebih luas
Untuk dapat memahami individu secara mendalam, maka pemahaman terhadap individu
tidak hanya mencakup pemahaman terhadap lingkungan dalam arti sempit (seperti
keadaan rumah tempat tinggal, keadaan sosio ekonomi, dan keadaan sosio
emosional keluarga, hubungan antar tetangga dan teman sebaya) tetapi termasuk
pemahaman terhadap lingkungan yang lebih luas.
- Fungsi
pencegahan
Layanan
bimbingan dapat berfungsi pencegahan artinya merupakan usaha pencegahan
terhadap timbulnya masalah. Dalam fungsi pencegahan ini layanan yang diberikan
berupa bantuan bagi para siswa agar terhindar dari berbagai masalah yang dapat
menghambat perkembangannya.Kegiatan yang berfungsi pencegahan dapat berupa
program orientasi, program bimbingan karier, inventarisasi data dan sebagainya.
Upaya
pencegahan yang dapat dilakukan konselor adalah:
1. Mendorong
perbaikan lingkungan yang kalau diberikan akan berdampak negatif terhadap
individu yang bersangkutan.
2.
Mendorong
perbaikan kondisi pribadi diri pribadi klien.
3.
Meningkatkan
kemampuan individu untuk hal-hal yang diperlukan dan mempengaruhi perkembangan
dan kehidupannya.
4. Mendorong
individu untuk tidak melakukan sesuatu yang akan memberikanresiko yang besar,
dan melakukan sesuatu yang akan memberi manfaat.
5. Menggalang
dukungan kelompok terhadap individu yang bersangkutan.
- Fungsi pengentasan
Klien yang
mengalami masalah akan datang pada konselor dengan tujuan untuk dientaskannya
masalah yang tidak mengenakkan dari dirinya. Di sinilah fungsi pengentasan
(perbaikan) itu berperan yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan
terpecahnya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami klien.
- Fungsi
pengembangan
Fungsi ini
berarti bahwa layanan bimbingan dan konseling yang diberikan dapatmembantu para
klien dalam memelihara dan mengembangkankeseluruhan pribadinya secara mantap,
terarah, dan berkelanjutan. Dalam fungsi ini hal-hal yang dipandang positif
dijaga agar tetap baik dan mantap. Dengan demikian klien dapat memelihara dan
mengembangkan berbagai potensi dan kondisi yang positif dalam rangka
perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.
Semua fungsi
bimbingan dan konseling harus dijalankan sesuai fungsi masing-masing bidang
karena dari fungsi ini akan berkaitan dengan manfaat atau kegunaan dan
keuntungan penyelenggaraan bimbingan dan konseling. Karena tujuan bimbingan dan
konseling disini adalah membantu memandirikan peserta didik dan mengembangkan
potensi-potensi mereka secara optimal.
Motivasi Diri
Nama Guru : Mitha Aviska, S. Pd Mata Pelajaran : Bimbingan dan Konseling Kelas : XI.F.A 4 ...
-
Nama guru : Mitha Aviska, S.Pd Mata Pelajaran : Bimbingan dan Konseling Materi : Kepekaan D...
-
Nama Guru : Mitha Aviska, S. Pd Mata Pelajaran : Bimbingan dan Konseling Kelas : XI.E.1 Materi ...
-
Dimensi Kecerdasan Interpersonal Menurut Anderson, yang tercantum dalam kutipan oleh Safaria (2005,24), terdapat tiga tingkat dimensi...

