Tampilkan postingan dengan label XII IPA 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label XII IPA 3. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Februari 2023

Bahaya Rokok dan Dampaknya

 ama Guru                    : Mitha Aviska, S. Pd 

Mata Pelajaran         : Bimbingan dan Konseling

Materi                          : Bahaya Rokok dan Dampaknya

Tujuan                        :  Peserta didik dapat memahami bahaya dari dampak rokok


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh ....

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk anak-anak ibu. Apak kabar kalian nak? semoga kita selalu dalam lindungan Allah Swt

Materi hari ini  yuk bersama kita simak..... 


BAHAYA ROKOK DAN DAMPAKNYA 

a.  Pengertian Rokok
Menurut Wikipedia, Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung (walaupun pada kenyataannya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Ada banyak bentuk rokok, diantaranya :
1.  Rokok Kretek Batang, yaitu tembakau yang dibungkus kertas, ada yang kretek dan filter
2.   Rokok Cerutu, yaitu Sejenis rokok dengan tembakau murni dalam bentuk lembaran.
3.   Rokok Pipa/Canglong, yaitu rokok dengan tembakaunya langsung dimasukkan ke dalam pipa lalu dibakar
4.   Rokok Shisa, yaitu rokok ini lebih dikenal dengan rokok arab yang tembakaunya dicampur dengan buah-buahan
5.   Rokok Susur, yaitu tembakau yang langsung dihisap dan dicampur daun sirih, kapur dan pinang
6.   Rokok Kunyah/Permen, yaitu produk tembakau yang dihisap seperti permen
7.   Rokok Elektrik, yaitu e-cigarette. Sebuah inovasi baru dari bentuk rokok tradisional menjadi rokok modern.
b.  Jenis-jenis Perokok
Berdasarkan jenisnya perokok dibedakan menjadi :
1.  Perokok aktif
Mereka telah terbiasa dan nyata menghisap rokok dan menanggung sendiri akibatnya.
2.  Perokok pasif
Mereka sebenarnya tidak merokok namun  karena ada orang lain yang merokok didekatnya maka  ia terpaksa harus ikut menghisap asap rokok dengan segala akibatnya.
Berdasarkan jumlahnya perokok dibagi menjadi :
1.  Perokok ringan.
Perokok yang merokok atau menghabiskan sekitar 1-10 batang rokok per hari.
2.   Perokok sedang.
Perokok yang menghabiskan sekitar 10-20 batang rokok per hari.
3.   Perokok berat.
Perokok yang menghabiskan lebih dari 20 batang rokok per hari.

Zat yang terkandung dalam rokok yaitu :
1. Nikotin
Zat ini mengandung candu bisa menyebabkan seseorang ketagihan untuk trus menghisap rokok.
Pengaruh bagi tubuh manusia :
  • Menyebabkan kecanduan atau ketergantungan merusak jaringan otak
  • Menyebabkan darah cepat membeku
  • Mengeraskan dinding arteri
2. Tar
Bahan dasar pembuatan aspal yang dapat menempel pada paru-paru dan bisa menimbulkan iritasi bahkan kanker
Pengaruh bagi tubuh manusia:
  • Membunuh sel dalam saluran darah
  • Meningkatkan produksi lendir diparu-paru
  • Menyebabkan kanker paru-paru
3. Karbon Monoksida
Gas yang bisa menimbulkan penyakit jantung karena gas ini bisa mengikat oksigen dalam tubuh.
Pengaruh bagi tubuh manusia :
  • Mengikat hemoglobin, sehingga tubuh kekurangan oksigen
  • menghalangi transportasi dalam darah
4. Zat Karsinogen
Pengaruh bagi tubuh manusia :
  • Memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh
5. Zat Iritan
Pengaruh bagi tubuh manusia
  • Mengotori saluran udara dan kantung udara dalam paru-paru
  • Menyebabkan batuk.
Sebagaimana kita ketahui zat-zat asing berbahaya yang dihisap oleh perokok tersebut adalah zat yang terkandung dalam dalam asap rokok dan ada 4000 zat kimia yang terdapat dalam sebatang rokok, 40 diantaranya tergolong zat yang berbahaya misalnya : hidrogen sianida (HCN) , arsen, amonia, polonium, dan karbon monoksida (CO). Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas 85 % dan partikel

Kamis, 09 Februari 2023

Motivasi Pagi

  Nama Guru                    : Mitha Aviska, S. Pd 

Mata Pelajaran         : Bimbingan dan Konseling

Materi                          : Motivasi Pagi

Tujuan                        :  Peserta didik dapat semangat mengikuti pembelajaran


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh ....

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk anak-anak ibu. Apak kabar kalian nak? semoga kita selalu dalam lindungan Allah swt.....

Persiapakan diri kalian untuk mengikuti Ujian Sekolah minggi depan, dibaca kembali materi materi yang sudah diberikan bapak/ibu guru kalian. Semoga kalian mendapatkan hasil yang terbaik... Amin ya Allah 




Rabu, 01 Februari 2023

Motivasi Pagi

 Nama Guru                : Mitha Aviska, S. Pd 

Mata Pelajaran         : Bimbingan dan Konseling

Materi                          : Motivasi Pagi

Tujuan                        :  Peserta didik dapat bersemangat mengikuti pembelajaran disekolah


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh ....

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk anak-anak ibu. Apak kabar kalian nak? semoga kita selalu dalam lindungan Allah Swt

Materi hari ini tentang motivasi diri, yuk bersama kita simak.....


Jumat, 11 Maret 2022

Prinsip Percaya Diri

  Nama Guru        : Mitha Aviska, S. Pd

Mata Pelajaran : Bimbingan dan Konseling

Materi          : Prinsip Percaya Diri

Tujuan     : Agar Peserta Didik Mampu Meningkatkan Rasa Percaya Diri


Prinsip Percaya Diri

Terdapat lima prinsip utama yang dikemukakan para pakar ilmu jiwa yang harus dipatuhi demi meraih rasa percaya diri, di antaranya sebagai berikut:

1. Prinsip pertama

Tumbuhkanlah dalam diri sendiri mental positif yang mampu mengantarkan Anda menuju kesuksesan. Hal ini berarti Anda dituntut untuk menumpaskan segala mental-mental negatif hingga ke akarnya. Sebab, mental-mental negatif tersebut sangat berpengaruh dalam memicu ke arah kegagalan. Kemampuan apa pun yang telah dimiliki untuk melakukan suatu kesempatan bermanfaat harus dilakukan segera dan jauhkan keraguan. Alhasil, ketika kesuksesan itu datang, maka otomatis rasa kepercayaan diri yang dimiliki akan semakin kuat.

2. Prinsip kedua

Bersikap bijaksana dalam merencanakan target-target kehidupan. Menyesuaikan target dengan kemampuan diri sendiri dan tidak melebihi potensi diri. Hal ini dapat dimulai dengan melakukan aktivitas yang berpotensi menjanjikan kesuksesan. Studi ilmu kejiwaan membuktikan bahwa mayoritas krisis kepercayaan diri muncul karena terjadinya suatu kegagalan yang memicu mereka berasumsi bahwa mereka akan selamanya gagal dan tidak bisa bangkit. Asumsi-asumsi dini tersebut sangatlah tidak tepat dan harus dialihkan dengan mengubah visi pandangan terhadap diri sendiri bahwa sekali gagal bukan berarti akan gagal seterusnya.

3. Prinsip ketiga

Pelajari bagaimana cara bergaul yang baik dengan orang lain. Sebab, hal itu dapat menguatkan rasa percaya diri dalam berinteraksi dengan orang lain. Jadilah seorang individu yang menyenangkan, yang siap memberikan rasa kasih dan kehangatan. Tebarkan senyum dan kebahagiaan pada lingkungan sekitar, sebab hal itu dapat membawa kesan positif kepada sesama.

4. Prinsip keempat

Penampilan psikis dan fisik berpengaruh dalam membangun rasa percaya diri. Mulai dari intonasi suara, gerakan anggota tubuh, tutur kata, cara bicara, cara duduk, cara berdiri, dan seluruh tingkah laku harus diupayakan selalu tampak elegan dan penuh kesopanan. Seorang individu yang memiliki kepercayaan diri cenderung menjaga penampilannya dengan baik. Selain itu, rasa percaya diri yang dirasakan pada orang yang kurang memperhatikan penampilannya tidak sebesar apabila dibandingkan dengan rasa percaya diri yang dirasakan oleh individu yang penuh vitalitas dan memperhatikan penampilannya.

5. Prinsip kelima

Carilah teman dan relasi sebanyak mungkin. Namun Anda dapat memilih kawan yang dirasa mampu memberikan kepercayaannya. Karena dengan ini rasa percaya diri akan tumbuh dan semakin bertambah kuat. “Individu yang memiliki rasa percaya diri” dan “Individu yang siap memberikan kepercayaannya”, dua karakter tersebut menunjukkan pribadi yang dapat menjadi teman karib yang dapat mengarahkan menuju kesuksesan dalam meraih kepercayaan diri. 

Jumat, 25 Februari 2022

Ilustrasi Gambar

 Nama Guru             : Mitha Aviska, S. Pd

Mata Pelajaran      : Bimbingan dan Konseling

Materi                       : Ilustrasi Gambar

Tujuan               : Agar Peserta Didik Dapat Mengetahui Makna Yang Dapat Diambil Dari Gambar Yang Diberikan


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh, Selamat pagi calon anak-anak sukses. Istiqomah selalu dalam menjalankan ibadah shalat 5 waktu sunnah dhuha serta murojaah nya ... Semoga niat kita selalu dimudahkan Allah Swt ...

Perhatika gambar dibawah ini. Makna apa yang bisa kalian ambil dari gambar tersebut






Rabu, 16 Februari 2022

Empati Dalam Konseling

 Nama Guru            : Mitha Aviska, S. Pd

Mata Pelajaran      : Bimbingan dan Konseling

Materi                     : Empati Konseling Terhadap Siswa

Tujuan                   : Agar Peserta Didik Mampu Meningkatkan Rasa Empati                                         Yang Ada Dalam Diri


Assalamuaikum selamat pagi anak soleh dan sholeha. Semangat kembali mengikuti PJJ dihari ini.. Dipersiapakan segala sesuatu yang diperlukan untuk menunjang pembelajaran nya. Tak bosan selalu ibu ingatkan untuk selalu Istiqomah dalam menjalankan Shalat 5 waktu Sunnah Dhuha dan Muroja'ah nya nak dirumah ... Semoga usaha dan niat kita semua dimudahkan oleh Allah SWT...

Kita kembali PJJ dari rumah ya nak, semoga itu tidak membuat kalian jadi malas belajar dan mengabaikan tugas dari Bapak/Ibu guru. Selalu tanamkan niat dalam diri kalian dan yakin bahwa tidak ada usaha yang sia-sia. Soo tetap semangat mengikuti PJJ dan ingat jika ada kendala atau kesulitan dalam belajar . Silahkan hubungi wali kelas atau guru BK kalian....


Materi hari ini silahkan dibaca dan dipahami....

Empati dalam konseling merupakan hal yang sangat penting. Mengingat proses konseling merupakan sebuah bantuan melalui interaksi. Salah satu masalah yang sering muncul  adalah kurangnya rasa empati dalam berkomunikasi yang bisa menyebabkan kesalahpahaman interaksi komunikasi sehingga konseli frustasi dan tidak ada manfaat yang dihasilkan dari proses konseling tersebut. Empati merupakan dasar hubungan interpersonal. Hal yang juga penting diungkap dalam konteks peningkatan mutu empati seseorang adalah berlatih menampakkan ekspresi-ekspresi atau isyarat-isyarat non-verbal yang membuat orang lain merasa dimengerti dan diterima, karena kemampuan empati terutama melibatkan kemampuan seseorang untuk membaca perasaan lewat pemahaman terhadap isyarat-isyarat non verbal orang lain. Pemahaman seperti ini membuat hubungan antar individu terjalin dengan baik.

Zimmer menjelaskan bahwa konselor yang menggunakan empati cenderung menggunakan attending dimana komponen-komponennya termasuk didalam empati (kontak mata, bahasa tubuh, dan bahasa lisan). Empati dekat dengan perilaku attending, paraphrasing, dan reflection of feeling. Bahkan komponen-komponen attending amat besar perannya dalam empati. Dengan perkataan lain bahwa jika kita ingin memahami empati secara mendasar haruslah melalui perilaku attending. Sebab dengan perilaku attending maka konselor akan mudah melakukan empati. Dengan adanya empati dan attending maka konseli akan terlihat lebih terbuka dalam hubungan konseling. Empati lebih dari sekedar refleksi perasaan. Empati dilaksanakan konselor dengan menggunakan keterampilan mempengaruhi (influencing skill)dengan komponen – komponennya, keterbukaan diri (self-disclosure), pengarahan (directive), dan penafsiran (interpretation). Dengan adanya komponen-komponen itu maka empati akan menjadi mendalam dan akurat serta nilainya tinggi sehingga segera dapat mengubah perilaku konseli.

Menurut Rogers, empati konselor sebagai salah satu faktor kunci yang membantu konseli untuk memecahkan masalah personalnya. Ketika seseorang berempati kepada orang lain, maka akan meletakkan dirinya “in their shoes”,melihat dunia dari mata mereka, membayangkan bagaimana bila menjadi mereka, dan berusaha merasakan apa yang mereka rasakan. Jika Konseli merasa dimengerti, maka mereka akan lebih mudah membuka diri untuk mengungkapkan pengalaman mereka dan berbagi pengalaman tersebut dengan orang lain. Konseli yang membagi pengalamannya secara mendalam memungkinkan untuk menilai kapan dan di mana mereka membutuhkan dukungan, dan potensi kesulitan yang membutuhkan fokus untuk rencana perubahan.

Saat konseli melihat empati pada diri konselor, mereka akan lebih nyaman untuk dan tidak melakukan defend seperti penyangkalan, penarikan diri, dan lain – lain. Artinya empati konselor mampu memfasilitasi perubahan  pada konseli . Sebaliknya akan lebih mau membuka diri terhadap dunia luar dengan cara yang lebih konstruktif. Semakin besar derajat empati konselor, maka akan semakin besar pula peluang yang dimiliki oleh konseli untuk dapat melangkah maju dalam konseling. Sehingga pelayanan bimbingan konseling di sekolah yang merupakan kegiatan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dapat berjalan maksimal

Kamis, 03 Februari 2022

Ilustrasi Gambar

 Nama Guru             : Mitha Aviska, S. Pd

Mata Pelajaran      : Bimbingan dan Konseling

Materi                       : Ilustrasi Gambar

Tujuan               : Agar Peserta Didik Dapat Mengetahui Makna Yang Dapat Diambil Dari Gambar Yang Diberikan


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh, Selamat pagi calon anak-anak sukses. Istiqomah selalu dalam menjalankan ibadah shalat 5 waktu sunnah dhuha serta murojaah nya ... Semoga niat kita selalu dimudahkan Allah Swt ...

Perhatika gambar dibawah ini. Makna apa yang bisa kalian ambil dari gambar tersebut


 

Jumat, 21 Januari 2022

Kiat Sukses Berprestasi di Sekolah

Nama Guru               : Mitha Aviska, S. Pd

Mata Pelajaran        : Bimbingan dan Konseling

Materi                            : Kiat Sukses Berprestasi di Sekolah

Tujuan                   : Agar Peserta Didik Mampu Dapat Memahami Cara Untuk Meraih Prestasi


Assalamualaikum selamat pagi anak soleh dan sholeha. Semangat kembali mengikuti PTM dihari ini.. Dipersiapakan segala sesuatu yang diperlukan untuk menunjang pembelajaran nya. Tak bosan selalu ibu ingatkan untuk selalu Istiqomah dalam menjalankan Shalat 5 waktu Sunnah Dhuha dan Muroja'ah nya nak dirumah ... Semoga usaha dan niat kita semua dimudahkan oleh Allah SWT, dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.. stay safe untuk kita semua^^

Materi hari ini silahkan dibaca dan jangan lupa diterapkan ya nak...







Rabu, 12 Januari 2022

Perencanaan Karir

  Nama Guru               : Mitha Aviska, S. Pd

Mata Pelajaran        : Bimbingan dan Konseling

Materi                            : Perencanaan Karir

Tujuan                       : Agar Peserta Didik Mampu Merencanakan Karir                                                 Untuk Menuju Ke Jenjang Selanjutnya


Assalamualaikum selamat pagi anak soleh dan sholeha. Semangat kembali mengikuti pembelajaran dihari ini.. Dipersiapakan segala sesuatu yang diperlukan untuk menunjang pembelajaran nya. Tak bosan selalu ibu ingatkan untuk selalu Istiqomah dalam menjalankan Shalat 5 waktu Sunnah Dhuha dan Muroja'ah nya nak dirumah ... Semoga usaha dan niat kita semua dimudahkan oleh Allah SWT, dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.. stay safe untuk kita semua^^

Materi hari ini, silahkan dibaca dan dipahami


Perencanaan Karir  

  Ada orang yang sukses dalam karirnya dan ada juga yang gagal. Banyak hal yang menjadi penyebab sukses ataupun gagalnya seseorang dalam karirnya. Salah satunya adalah terkait dengan perencanaan karir. Perencanaan itu mesti ada sebelum kita melakukan kegiatan apapun, tentu saja agar kegiatan tersebut berjalan dengan lancar. Sama halnya juga dengan karir, seseorang mestilah harus merencanakan karirnya sedini mungkin demi kesuksesan karirnya ke depan. Menurut Sukardi dalam Falentini (2013) perencanaan karir merupakan proses seseorang individu untuk memilih dan memutuskan karir yang hendak dijalaninya yang berlangsung seumur hidup. Untuk membantu siswa dalam mempersiapkan dirinya dalam pemilihan karir, maka siswa terlebih dahulu dapat memahami keterampilan yang dimiliki, bakat, minat, cita-cita serta aspek lain.

    Contoh nyata yang sering kita jumpai di lingkungan sekolah adalah pemilihan jurusan. Banyak kemudian siswa yang lebih memilih jurusan IPA dibandingkan jurusan IPS ataupun Bahasa. Alasan merekapun beragam ada yang memang karena menyukai pelajarannya, ada juga yang merasa bahwa ia hanya mampu pada pelajaran di jurusan IPA, ada juga karena menurut keinginan orang tua, atau karena teman dekatnya berada di jurusan tersebut bahkan ada juga yang memilihnya karena faktor gengsi belaka, ini dilatarbelakangi oleh adanya pendapat di kalangan masyarakat bahwa siswa yang berada di jurusan IPA adalah siswa yang pintar. Jika ini yang terjadi maka kemungkinan untuk mengalami kendala pada saat pembelajaran cukup besar. Ini disebabkan karena ia tidak cukup memiliki bekal dalam menghadapi berbagai hal yang akan terjadi dalam pembelajaran, diantaranya adalah kemampuan yang dimilikinyabisa saja tidaklah cocok berada di jurusan IPA namun di jurusan lain. Hal inilah yang turut mengakibatkan adanya siswa yang akhirnya pindah jurusan karena merasa kewalahan dengan pelajarannya atau bahkan tidak naik kelas dengan alasan nilai yang tidak memenuhi standar. Karenanya perencanaan karir menjadi perlu untuk dilakukan oleh para siswa.

    Adapun argumen di kalangan masyarakat yang mengatakan bahwa siswa yang berada di jurusan IPA adalah siswa yang pintar, ini juga perlu ditelaah kembali. Sebaiknya para siswa mempertimbangkan fenomena yang sebenarnya, bahwa setiap orang dilahirkan di dunia tidaklah sia-sia. Setiap anak dilahirkan di dunia dengan membawa potensinya masing-masing, ada yang memiliki potensi di bidang saintis, sosial, bisis, artistik dan lain-lain. Pintar ataupun tidak pintarnya seseorang itu dikembalikan lagi ke individu masing-masing, sudah sejauhmana ia berusaha (belajar dan berdoa). Kesimpulannya adalah jurusan apapun pada dasarnya adalah baik entah itu IPA, IPS maupun Bahasa, karena kesemuanya saling mendukung guna tercapainyakehidupan yang lebih baik dan setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi yang terbaik sesuai dengan keahliannya masing-masing.

 

B. Langkah-Langkah dalam Perencanaan Karir

    Seseorang yang telah memiliki perencanaan karir tentunya memiliki perbedaan dengan yang belum memiliki perencanaan karir, seseorang yang telah memiliki perencanaan karir tentunya lebih terarah dalam pengambilan keputusan hidupnya baik itu pendidikan maupun gaya hidupnya, sesuai dengan pendapat Winkel dalam Nurjannah (2013) mengenai tujuan dari perencanaan karir yaitu terdiri dari tujuan jangka panjang yang mencakup gaya hidup yang ingin dicapai dan nilai kehidupan yang ingin direalisasikan dalam hidup dan tujuan jangka pendek, yaitu mencakup tujuan-tujuan yang mungkin diraih dalam jangka waktu yang tidak begitu lama dimana hal itu dapat dipergunakan dalam persiapan untuk memegang jabatan kelak di kemudian hari, misalnya gelar (S1, Diploma, dll) ataupun sertifikat.

    Terlepas dari kedua tujuan tersebut hal yang penting disadari berkaitan dengan perencanaan karir adalah  perencanaan yang baik tentunya memberikan kemungkinan yang cukup besar akan hasil yang baik pula. Berikut ini merupakan ciri-ciri seseorang yang telah memiliki perencanaan karir menurut Yusuf dalam Nurjannah (2013) yaitu:

1. mengetahui cara memilih program studi

2. mempunyai motivasi untuk mencari informasi tentang karir

3. dapat memilih pekerjaan yang baik sesuai dengan bakat, minat dan kepemimpinan

4. mampu memilih perguruan tinggi setelah lulus sekolah.

 

    Selain itu terdapat juga pendapat lain mengenai ciri-ciri seseorang yang telah memiliki perencanaan karir yang dikemukakan oleh Tohirin dalam Nurjannah (2013) yaitu:

1. memiliki pemahaman terhadap dunia kerja

2. memiliki minat dan bakat khusus terhadap dunia karir tertentu

3. mempunyai kepribadian yang berkenaan dengan karir

4. memiliki nilai-nilai yang berkaitan dengan karir

    Pemaparan di atas tentu saja dapat menjadi bahan evluasi buat diri sendiri apakah sudah termasuk dalam kategori orang-orang yang telah memiliki perencanaan karir atau belum. Jika sudah termasuk dalam kategori orang yang telah memiliki perencanaan karir maka selanjutnya yang dilakukan tentu saja terus mengembangkan diri agar apa yang direncanakan dapat terwujud. Namun, jika belum maka hal-hal berikut ini dapat menjadi masukan positif sebelum memutuskan untuk berkarir pada bidang tertentu. Yang pertama adalah pendapat dari Manrihu dalam Falentini (2013) yaitu:

 1. pemeriksaan dan pengenalan nilai-nilai

2. pengetahuan dan pengguna informasi yang relevan (sebelum memutuskan)

3. pengenalan dan penggunaan strategi untuk mengkonversikan informasi ini ke dalam tindakan

    Pendapat lain mengenai perencanaan karir dikemukakan oleh Splete & Pietrofesa dalam Purnamasari (2006), teori ini mengemukakan beberapa hal yang mesti diperhatikan oeh seseorang ketika hendak berkarir pada bidang tertentu, yaitu:

 1.Memahami proses pengambilan keputusan karir, dengan mempertimbangkan:

    a. faktor-faktor psikologis dan sosiologis

    b. kesiapan dalam membuat keputusan karir

    c. aspirasi

    d. persepsi

2. Pemahaman diri

3. Pengetahuan tentang karir, yang menyangkut hal-hal sebagai berikut:

    a. tugas-tugas yang harus dilakukan dalam suatu jenis pekerjaan

    b. persyaratan kerja

    c. pendidikan

    d. training atau pelatihan khusus

4.Mempertimbangkan alternatif pilihan karir dan dampaknya baik secara fisik, intelektual,dan emsional

5. Memilih, merencanakan dan bertindak untuk mencapai pilihan karir yang diinginkan.


Rabu, 01 Desember 2021

Tips Mengatur Waktu

 Nama Guru               : Mitha Aviska, S. Pd

Mata Pelajaran        : Bimbingan dan Konseling

Materi                            : Mengatur Waktu Agar Sukses Di Kemudian Hari

Tujuan            : Agar Peserta Didik Mampu Menjadwal &  Mampu Management waktu Dengan Tepat 


Assalamualaikum selamat pagi anak soleh dan sholeha. Semangat kembali mengikuti PTM dihari ini.. Dipersiapakan segala sesuatu yang diperlukan untuk menunjang pembelajaran nya. Tak bosan selalu ibu ingatkan untuk selalu Istiqomah dalam menjalankan Shalat 5 waktu Sunnah Dhuha dan Muroja'ah nya nak dirumah ... Semoga usaha dan niat kita semua dimudahkan oleh Allah SWT, dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.. stay safe untuk kita semua^^


Menurut psikolog mengatur waktu kegiatan terbukti lebih berhasil dalam studinya. Karena kebiasaan ini mempengaruhi kesuksesan nya di masa depan. Melalui kegiatan yang teratur justru akan mempermudah dalam kegiatan dan ini akan. Membuat kita semakin sadar bahwa mengatur waktu dengan baik adalah hal yang mutlak. Kemampuan untuk mengatur waktu merupakan salah satu keterampilan berfikir untuk meraih kesuksesan. Saat menyusun jadwal dan mengatur waktu sesuai dengan kegiatan maka kamu akan mengenal dan membuat prioritas.

Bagaimana cara mengatur waktu dengan baik?

1. Belajar mematuhi jadwal

2. Jangan terlalu memadatkan jadwal

Hal ini merupakan salah satu paling umum kita buat alih-alih ingin belajar tentang manajemen waktu yang benar justru kegiatan yang tak habis-habisnya membuat Mendambakan downtime. Cobalah untuk meluangkan waktu agar bisa menjadi lebih baik.

3. Mulailah mengatur waktu sebelum remaja

Karena semakin awal kita memulai maka bagi diri kita akan semakin mudah dalah keseharian kita, seperti menyelesaikan tugas-tugas yang kecil.

4. Jadikan belajar manajemen waktu lebih menyenangkan

Gunakan krayon untuk mewarnai jadwal yang di buat sendiri bisa dengan menambahkan stiker untuk menandai hari-hari khusus.

5. Pertimbangkan kembali soal hadiah yang akan di capai

Hal ini menjadi motivasi mereka yang menginginkan hadiah besar yang akan di capai kemudian hari, misalnya ketika dalam seminggu kita berhasil mengikuti jadwal apa yang kita tulis maka berilah hadiah dengan pergi liburan, tamasya, menonton bioskop dll. 

Kamis, 11 November 2021

Cara Menjaga Kesehatan Mental di Kala Pandemi

Nama Guru                  : Mitha Aviska, S. Pd

Mata Pelajaran            : Bimbingan dan Konseling

Materi                             : Cara Menjaga Kesehatan Mental di Kala Pandemi 

Tujuan                          : Agar Peserta Didik Mampu Terhindar dari Stres


Assalamualaikum selamat pagi anak soleh dan sholeha. Semangat kembali mengikuti PJJ dihari ini.. Dipersiapakan segala sesuatu yang diperlukan untuk menunjang pembelajaran nya. Tak bosan selalu ibu ingatkan untuk selalu Istiqomah dalam menjalankan Shalat 5 waktu Sunnah Dhuha dan Muroja'ah nya nak dirumah ... Semoga usaha dan niat kita semua dimudahkan oleh Allah SWT, dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.. stay safe untuk kita semua^^


Sejak pandemi COVID-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, Smartcitizen mungkin  sudah tidak asing dengan perasaan dan pikiran buruk yang muncul di benak. Dari kekhawatiran terhadap kesehatan hingga kehilangan mata pencaharian, memunculkan perasaan cemas, takut, dan stres pada sebagian orang. Smartcitizen, tidak ada salahnya jika muncul pikiran-pikiran negatif selama masa pandemi ini. Reaksi setiap orang terhadap perubahan besar tentunya berbeda-beda. Namun, perasaan cemas dan stres ini tetap perlu dikelola dan ditangani, agar tidak memunculkan masalah yang lebih parah dan berkelanjutan.

 

Bagaimana Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi?

Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat), stres di kala pandemi dapat menyebabkan gangguan tidur, kehilangan nafsu makan, sulit berkonsentrasi, bahkan kondisi kesehatan tubuh memburuk. Dari fakta tersebut, sudah jelas bahwa menjaga kesehatan mental selama pandemi sama pentingnya dengan menjaga kesehatan jasmani, sebab kedua aspek tersebut sangat bergantung satu sama lain. Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami rasa cemas atau stres yang berlebih pada saat ini, berikut adalah beberapa strategi yang bisa kamu gunakan:

Batasi Penggunaan Media Sosial dan Berita

Mengikuti perkembangan terbaru tentunya penting, tapi terus membaca berita buruk setiap hari sangat tidak efektif dalam menenangkan pikiran negatif. Berita terpercaya maupun secuplik rumor dapat berdampak buruk pada kesehatan mental. Tidak perlu sampai meng-uninstall aplikasi berita di smartphone-mu, tapi jangan sampai membaca berita mengenai pandemi selama berjam-jam. Batasilah penggunaan teknologi, ingat bahwa kadang kita perlu keluar dari dunia maya dan mencari aktivitas lain yang membuat kita merasa senang dan nyaman.

Sibukkan Diri dengan Berbagai Aktivitas

Di tengah pelaksanaan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), tersedia waktu yang lebih banyak untuk mencoba hobi baru atau melakukan hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya. Bacalah buku yang belum pernah kamu baca, melukis, menulis, menonton serial TV yang sampai saat ini belum sempat kamu tonton, atau coba mempelajari bahasa baru. Hal-hal produktif yang bisa kamu lakukan dari rumah hampir tak ada batasnya. Aktivitas seperti ini biasanya efektif dalam mengalihkan perhatianmu dari pikiran negatif yang bermunculan ke sesuatu yang lebih positif. Lebih baik lagi jika kamu bisa melakukan aktivitas-aktivitas tersebut bersama orang lain di rumahmu.

Tetap Bersosialisasi

Terkurung di rumah tanpa boleh keluar mungkin bisa membuat stres untuk sebagian orang. Kesendirian ini berpotensi memunculkan pikiran-pikiran negatif yang ingin kita hindari. Anggaplah karantina ini sebagai kesempatan untuk mempererat hubungan dengan keluarga atau orang-orang yang tinggal serumah denganmu. Ajaklah mereka mengobrol, rencanakan aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan bersama. Kalau kamu merasa kecemasanmu berlebih dan tidak bisa ditanggapi sendirian, ceritakanlah masalahmu kepada orang yang kamu percaya. Mereka mungkin memiliki solusi yang kamu inginkan atau cukup bersedia mendengarkanmu. Setelah mengungkapkan masalahmu kepada orang lain, seringkali kamu akan merasa lebih lega. Jika kamu hanya sendirian di rumah, hubungilah teman atau kerabat melalui chat, SMS, email, telepon, atau video call. Hubungi teman dan keluargamu secara rutin, tidak hanya untuk ketenangan pribadi, tapi juga untuk mengecek kondisi mereka juga.

Jaga Kesehatan Tubuh

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kesehatan jasmani dan kesehatan mental sangat berhubungan satu sama lain. Jika kesehatan mentalmu turun, daya tahan tubuh akan mengikuti, begitu pun sebaliknya. Walaupun kamu di rumah saja 24 jam sehari, tetaplah jaga jadwal tidurmu. Tidur paling tidak 7 jam sehari sangatlah penting. Selain itu, pola makan juga perlu dijaga. Hindari kafein dan merokok karena dapat memperburuk rasa cemas atau stres. Berolahraga secara rutin juga bisa menjadi pengalih perhatian yang positif serta membantu dalam menjaga daya tahan tubuh.

Bagaimana Jika Aku Masih Stres?

Kadang rasa cemas dapat menjadi sangat berlebihan, sehingga metode-metode di atas kurang cocok untuk menghadapinya. Jika kamu mengalami stres berat dan merasa tidak mampu mengatasinya, kamu mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter jiwa (psikiater), psikolog, psikoterapis, atau profesional kesehatan lainnya. 

Jumat, 22 Oktober 2021

Tips Mencatat Pelajaran Dengan Tepat

 Nama Guru                  : Mitha Aviska, S. Pd

Mata Pelajaran            : Bimbingan dan Konseling

Materi                             : Tips Mencatat Pelajaran Dengan Tepat 

Tujuan                            : Agar Peserta Didik Mampu Mencatat Pelajaran Di                                              Dalam Kelas Dengan Tepat dan Cepat


Assalamualaikum selamat pagi anak soleh dan sholeha. Semangat kembali mengikuti PJJ dihari ini.. Dipersiapakan segala sesuatu yang diperlukan untuk menunjang pembelajaran nya. Tak bosan selalu ibu ingatkan untuk selalu Istiqomah dalam menjalankan Shalat 5 waktu Sunnah Dhuha dan Muroja'ah nya nak dirumah ... Semoga usaha dan niat kita semua dimudahkan oleh Allah SWT, dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.. stay safe untuk kita semua^^





Rabu, 29 September 2021

Ilustrasi Gambar

  Nama Guru             : Mitha Aviska, S. Pd

Mata Pelajaran      : Bimbingan dan Konseling

Kelas                          : XII IPA 3

Materi                       : Ilustrasi Gambar

Tujuan               : Agar Peserta Didik Dapat Mengetahui Makna Yang Dapat Diambil Dari Gambar Yang Diberikan


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh, Selamat pagi calon anak-anak sukses. Istiqomah selalu dalam menjalankan ibadah shalat 5 waktu sunnah dhuha serta murojaah nya ... Semoga niat kita selalu dimudahkan Allah Swt ...

Perhatika gambar dibawah ini. Makna apa yang bisa kalian ambil dari gambar tersebut ?



Jumat, 17 September 2021

Kedewasaan Diri

 Nama Guru                : Mitha Aviska, S. Pd

Mata Pelajaran          : Bimbingan dan Konseling

Kelas                           : XII IPA 3

Materi                         : Kedewasaan  Diri

Tujuan               : Agar Peserta Didik Mampu Bersikap Dewasa Untuk Menuju Kehidupan di Masa Depan


Assalamuaikum selamat pagi anak soleh dan sholeha. Semangat kembali mengikuti PJJ dihari ini.. Dipersiapakan segala sesuatu yang diperlukan untuk menunjang pembelajaran nya. Tak bosan selalu ibu ingatkan untuk selalu Istiqomah dalam menjalankan Shalat 5 waktu Sunnah Dhuha dan Muroja'ah nya nak dirumah ... Semoga usaha dan niat kita semua dimudahkan oleh Allah SWT, dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.. stay safe untuk kita semua^^

Dibawah ini adalah materi tentang kedewasaan diri untuk bekal pengetahuan kalian semua, agar memiliki sikap yang dewasa dan pemikiran yang dewasa untuk menuju kehidupan yang lebih baik lagi di masa depan yang akan kalian jalani di masa yang akan datang nanti..

 

Apasih Kedewasaan itu?

Tingkat kedewasaan seseorang tidak selalu berbanding lurus dengan usianya. Mereka yang lebih tua belum tentu lebih dewasa. Lalu, bagaimana mengukur tingkat kedewasaan seseorang ?

Ada beberapa aspek yang bisa dijadikan ukuran untuk menilai tingkat kedewasaan seseorang :

1.  Intelektual

Dari segi ini kita dikatakan dewasa dilihat dari kemampuan kita membentuk pendirian. Artinya, kita punya pendirian atau prinsip yang jelas sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh situasi yang menuntut kita untuk bersikap . Tapi, tetap memperhatikan pendapat orang lain walaupun tidak bersandar pada pendapat itu. Kemampuan mengambil keputusan sendiri dengan tegas dan bebas berdasarkan bukti, alasan nyata dan nasihat baik dari orang lain, serta tertanggung jawab dengan segala keputusan kita. Tidak bingung kalau ada masalah, tapi dianalisis sebab- sebabnya sehingg bisa  di cari kemungkinan-kemungkinan penyelesaianya. 

2.  Emosional

Kita dikatakan sebagai orang dewasa secara emosional ditandai dengan kemampuan menerima emosi dan menguasainya secara wajar. Artinya, apapun emosi yang sedang kita alami, kita tetap bisa menguasai dan mengelolanya dengan baik. Tidak dipengaruhi rasa takut dan gelisah. Kita bisa mengintrol emosi sehingga tidak merugikan orang lain. Dari sini dapat dilihat bahwa orang dewasa juga punya kecerdasan emosi yang cukup tinggi. 

3.  Sosial

Kedewasaan kita dari segi sosial tampak dari keterbukaan terhadap orang lain. Sanggup membuat persahabatan. Tidak bergantung kepada siapa pun, tetapi bukan berarti kita tidak butuh orang lain. Kita bisa menyesuaikan diri dan hormat dengan hukum, kebiasaan dan adat istiadat masyarakat di mana pun kita berada.

4.  Moral

Dari segi moral dapat dilihat dari kesetiaan kita pada asas-asas moral dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya semakin dewasa diri kita, akan semakin mementingkan orang lain daripada diri sendiri.

5.  Spiritual

Kedewasaan dari segi ini bisa dilihat dari cara berkeyakinan yang tidak sempit. Kita mampu bergaul dan membina hubungan baik dengan orang-orang yang keyakinannya berbeda dari diri kita. Kalau sudah mencapai hal itu, kita mampu mencintai orang lain tanpa batas-batas agama, ras, suku atau golongan.

Lalu, apakah seseorang yang disebut dewasa kemudian meninggalkan segala bentuk keceriaan, dan kegairahan hidup ? Tentu saja tidak. Orang dewasa tidak harus selalu bersikap seriut. Adakalanya orang dewasa juga bersikap jahil dan senang bercanda untuk memecah kebekuan atau menurunkan ketegangan.

Kedewasaan tidak selalu berhubungan dengan umur. Kadang ada orang yang umurnya boleh dibilang tua, tapi sikapnya masih kekanak- kanakan, suka menang sendiri, emosian dan enggak mau kalah. Tapi, ada yang sebaliknya walaupun usianya masih muda, dia mampu menjadi panutan teman-temannya.

Kedewasaan adalah proses perkembangan kepribadian. Karena proses, jadi nggak bisa instant. Tidak bisa hanya dengan berdandan ala orang dewasa terus jadi orang dewasa. Kedewasaan itu lebih ke sikap kita dalam menghadapi apa pun. Memang sih, mestinya yang umurnya lebih banyak dia akan lebih dewasa karena sudah mengalami banyak haldalam hidup dan lebih banyak belajar dari pengalaman. Tapi nyatanya tidak selalu begitu, ini karena pendewasaan dalam prosesnya bisa mengalami kemajuan, mandek bahkan mundur. Orang yang selalu belajar dari pengalaman dan suka intropeksi diri biasanya proses kedewasaannya makin maju.

 Artinya, makin hari ia makin tumbuh menjadi manusia yang lebih bijaksana. Sebaliknya, orang yang cepat merasa puas sehingga marasa tidak perlu belajar lagi, manja, tidak mau dikritik dan selalu lari dari masalah akan mengalami hambatan dalam proses pendewasaannya.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar

 Nama guru.          : Mitha Aviska, S. Pd.,Gr Mata Pelajaran.    : Bimbingan dan Konseling Bidang Layanan   : layanan Informasi Materi     ...