Selasa, 09 Februari 2021

 Nama Guru : Mitha Aviska, S. Pd

Mata Pelajaran : Bimbingan dan Konseling

Kelas : X IPS 2 & 3 , XI IPA 1, 2, 3 & 4

Materi : Disiplin Diri 


Assalamuaikum selamat pagi anak soleh dan sholeha. Semangat kembalim mengikuti PJJ dihari ini.. Dipersiapakan segala sesuatu yang diperlukan untuk menunjang pembelajaran nya. Tak bosan selalu ibu ingatkan untuk selalu Istiqomah dalam menjalankan Shalat 5 waktu Sunnah Dhuha dan Muroja'ah nya nak dirumah ... Semoga usaha dan niat kita semua dimudahkan oleh Allah SWT...

Yuk disimak Video dibawah ini 




Senin, 08 Februari 2021

Motivasi Diri

 Nama Guru : Mitha Aviska, S. Pd

Mata Pelajaran : Bimbingan dan Konseling

Kelas : X IPS 2 & 3 , XI IPA 1, 2, 3 & 4

Materi : Motivasi Diri


Assalamuaikum selamat pagi anak soleh dan sholeha. Semangat kembalim mengikuti PJJ dihari ini.. Dipersiapakan segala sesuatu yang diperlukan untuk menunjang pembelajaran nya. Tak bosan selalu ibu ingatkan untuk selalu Istiqomah dalam menjalankan Shalat 5 waktu Sunnah Dhuha dan Muroja'ah nya nak dirumah ... Semoga usaha dan niat kita semua dimudahkan oleh Allah SWT...




Jumat, 05 Februari 2021

Ice Breaking

Nama Guru : Mitha Aviska, S. Pd

Mata Pelajaran : Bimbingan dan Konseling

Kelas : X IPS 2 & 3 , XI IPA 1, 2, 3 & 4

Materi : Ice Breaking

Tujuan : Meningkatan motivasi belajar di pagi hari 

Assalamualaikum anak soleh dan sholeha, masih semangat kan di penghujung pjj hari ini.. seperti biasa ibu akan berikan ice breaking di hari Jum'at...

Selamat mencoba semoga berhasil .....




Kamis, 04 Februari 2021

Penyemangat Hari

Nama Guru : Mitha Aviska, S. Pd

Mata Pelajaran : Bimbingan dan Konseling

Kelas : X IPS 2 & 3 , XI IPA 1, 2, 3 & 4

Materi : Penyemangat Hari

Assalamuaikum anak soleh dan sholeha . Kembali semangat mengikuti PJJ di hari inii. Yang kemarin masih malesan malesan yuk semangat lagi belajar nyaa. Usaha tidak pernah menghianati hasil. Belajar sekarang , Insya Allah kita sukses dimasa depan...




Rabu, 03 Februari 2021

Nama Guru : Mitha Aviska, S. Pd

Mata Pelajaran : Bimbingan dan Konseling

Kelas : X IPS 2 & 3 , XI IPA 1, 2, 3 & 4

Materi : Pemahaman Diri 

Tujuan : Agar Peserta Didik Dapat Memahami Diri serta Menerima Perkembangan Fisik dan Psikis Awal Remaja


Assalamuaikum Warohmatullahi Wabarokatuh, Selamat pagi calon anak-anak sukses. Istiqomah selalu dalam menjalankan ibadah shalat 5 waktu sunnah dhuha serta murojaah nya ... Semoga niat kita selalu dimudahkan Allah Swt ...

Materi hari ini silahkan disimak ......











Selasa, 02 Februari 2021

Penyesuaian Diri Remaja part II

 Nama Guru : Mitha Aviska, S. Pd

Mata Pelajaran : Bimbingan dan Konseling

Kelas : X IPS 2 & 3 , XI IPA 1, 2, 3 & 4

Materi : Penyesuaian Diri Remaja part II

Tujuan : Agar Peserta Didik Mampu Menyesuaikan Diri Dengan Lingkungan 


Assalamualaikum anak soleh dan sholeha. Selalu semangat dalam memulai belajar walau masih pembelajaran jarak jauh. Tak bosan ibu ingatkan untuk selalu Istiqomah dalam menjalankan Shalat 5 waktu serta Sunnah Dhuha dan Muroja'ah nya ya nak..

Yuk disimak materi hari ini ... Semoga bermanfaat untuk kita


PENYESUAIAN DIRI REMAJA


Manusia sejak dilahirkan akan berhadapan dengan lingkungan yang menuntutnya untuk menyesuaikan diri. Penyesuaian diri yang dilakukan oleh manusia diawali dengan penyesuaian secara fisiologis, yang dikenal dengan adaptasi. Bayi yang baru lahir akan menangis, karena ia dituntut untuk bernafas, dan berfungsinya organ-organ tubuh. Pada dasarnya manusia telah diberikan kemampuan untuk melakukan adaptasi terhadap lingkungannya. Sistem yang mengatur proses adaptasi ini disebut dengan homeostatis, bagaimana mata berkedip ketika ada debu yang masuk ke dalam mata, pori-pori mengeluarkan keringat ketika tubuh kepanasan. Sistem homeostatis ini merupakan usaha tubuh untuk beradaptasi dan mengembalikan keseimbangan tubuh. Tetapi manusia seiring dengan perkembangannya, tidak hanya membutuhkan adaptasi, juga dituntut untuk mampu menyesuaikan diri secara psikologis yang sering disebut dengan ‘adjustment’ (penyesuaian diri). Ahli Psikologi mendefinisikan penyesuaian diri (adjustment) sebagai usaha individu dalam mengatasi kebutuhan, ketegangan, frustrasi serta konflik dan tercapainya keharmonisan antara tuntutan diri dan lingkungan dengan melibatkan proses mental dan perilaku. Jadi dalam penyesuaian diri (adjustment) terdapat dua bentuk proses, yaitu proses mental/psikologis dan perilaku.


Manusia sejak lahir telah dihadapkan dengan lingkungan, yang menjadi sumber stres. Cara-cara yang dilakukan untuk menghadapi lingkungan (stress) beranekaragam, dan keberhasilan dalam penyesuaian diri pun beranekaragam. Bagi mereka yang berhasil menyesuaikan diri, maka akan dapat hidup dengan harmonis, tetapi bagi mereka yang gagal akan mengalami maladjustment yang ditandai dengan perilaku menyimpang dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di lingkungan atau gangguan yang lain (psikotik, neurotik, psikopatik). Stres terjadi apabila seseorang mengalami tekanan (pressure) dari lingkungan atau ia


mengalami hambatan dalam memenuhi kebutuhannya yang mengakibatkan frustrasi dan ia tidak mampu mengatasinya. Dalam menghadapi stres ini akan sangat dipengaruhi oleh individu yang bersangkutan, bagaimana kepribadiannya, persepsinya, dan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah.


Tindak kriminal, penyalahgunaan obat-obatan dan narkotika adalah contoh dari kegagalan dalam penyesuaian diri terhadap tekanan dan frustrasi yang dialami dari lingkungan. Karena tuntutan dari kemiskinan yang dideritanya, seorang individu mampu melakukan tindak kriminal seperti menodong, mencuri, bahkan membunuh. Begitu pula dengan perubahan yang dialami oleh seseorang dalam lingkungannya, perubahan tersebut akan menjadi sumber stres, dan ia dituntut untuk menyesuaikan diri sehingga terbentuk kembali keharmonisan antara kebutuhan dirinya dan tuntutan lingkungan. Penyesuaian diri yang baik (good adjustment) adalah apabila seseorang menampilkan respon yang matang, efisien, memuaskan, dan wholesome. Yang dimaksud dengan respon yang efisien adalah respon yang hasilnya sesuai dengan harapan tanpa membuang banyak energi, waktu atau sejumlah kesalahan. Wholesome maksudnya adalah respon yang ditampilkan adalah sesuai dengan kodrat manusia, dalam hubungannya dengan sesama manusia, dan hubungannya dengan Tuhan.


Penyesuaian diri bersifat relatif, karena tidak ada orang yang mampu menyesuaikan diri secara sempurna. Alasan pertama penyesuaian diri bersifat relatif adalah melibatkan kapasitas seseorang dalam mengatasi tuntutan dari dalam dan dari lingkungan. Kapasitas ini bervariasi antara setiap orang, karena berkaitan dengan kepribadian dan tingkat perkembangan seseorang. Kedua adalah karena kualitas penyesuaian diri bervariasi antara satu masyarakat atau budaya dengan masyarakat atau budaya lainnya. Dan terakhir adalah karena adanya perbedaan-perbedaan pada setiap individu, setiap orang mengalami masa naik dan turun dalam penyesuaian diri.


Manusia sejak lahir telah dihadapkan dengan lingkungan, yang menjadi sumber stres. Cara-cara yang dilakukan untuk menghadapi lingkungan (stress) beranekaragam, dan keberhasilan dalam penyesuaian diri pun beranekaragam. Bagi mereka yang berhasil menyesuaikan diri, maka akan dapat hidup dengan harmonis, tetapi bagi mereka yang gagal akan mengalami maladjustment yang ditandai dengan perilaku menyimpang dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di lingkungan atau gangguan yang lain (psikotik, neurotik, psikopatik). Stres terjadi apabila seseorang mengalami tekanan (pressure) dari lingkungan atau ia mengalami hambatan dalam memenuhi kebutuhannya yang mengakibatkan frustrasi dan ia tidak mampu mengatasinya. Dalam menghadapi stres ini akan sangat dipengaruhi oleh individu yang bersangkutan, bagaimana kepribadiannya, persepsinya, dan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah.


Tindak kriminal, penyalahgunaan obat-obatan dan narkotika adalah contoh dari kegagalan dalam penyesuaian diri terhadap tekanan dan frustrasi yang dialami dari lingkungan. Karena tuntutan dari kemiskinan yang dideritanya, seorang individu mampu melakukan tindak kriminal seperti menodong, mencuri, bahkan membunuh. Begitu pula dengan perubahan yang dialami oleh seseorang dalam lingkungannya, perubahan tersebut akan menjadi sumber stres, dan ia dituntut untuk menyesuaikan diri sehingga terbentuk kembali keharmonisan antara kebutuhan dirinya dan tuntutan lingkungan. Penyesuaian diri yang baik (good adjustment) adalah apabila seseorang menampilkan respon yang matang, efisien, memuaskan, dan wholesome. Yang dimaksud dengan respon yang efisien adalah respon yang hasilnya sesuai dengan harapan tanpa membuang banyak energi, waktu atau sejumlah kesalahan. Wholesome maksudnya adalah respon yang ditampilkan adalah sesuai dengan kodrat manusia, dalam hubungannya dengan sesama manusia, dan hubungannya dengan Tuhan.


Penyesuaian diri bersifat relatif, karena tidak ada orang yang mampu menyesuaikan diri secara sempurna. Alasan pertama penyesuaian diri bersifat relatif adalah melibatkan kapasitas seseorang dalam mengatasi tuntutan dari dalam dan dari lingkungan. Kapasitas ini bervariasi antara setiap orang, karena berkaitan dengan kepribadian dan tingkat perkembangan seseorang. Kedua adalah karena kualitas penyesuaian diri bervariasi antara satu masyarakat atau budaya dengan masyarakat atau budaya lainnya. Dan terakhir adalah karena adanya perbedaan-perbedaan pada setiap individu, setiap orang mengalami masa naik dan turun dalam penyesuaian diri.


Senin, 01 Februari 2021

Penyesuaian Diri Remaja

 Nama Guru : Mitha Aviska, S. Pd

Mata Pelajaran : Bimbingan dan Konseling

Kelas : X IPS 2 & 3 , XI IPA 1, 2, 3 & 4

Materi : Penyesuaian Diri Remaja

Tujuan : Agar Peserta Didik Mampu Menyesuaikan Diri Dengan Lingkungan


Assalamuaikum anak Soleh dan Sholeha ... Berjumpa kembali di Hari Senin. Dan tetep masih belajar PJJ. 

Mulai dipersiapkan kembali buku-buku pelajaran nya , mulai bangun pagi dan Sunnah Dhuha nya tetap dijalankan. 

Stay healty dan stay safe semua , semoga pandemi ini segera berlalu dan kita bisa belajar disekolah seperti biasa nya 😊

Terima kasih, wassalamualikum warohmatullahi wabarokatuh


Materi hari ini, silahkan dibaca 


PENYESUAIAN DIRI REMAJA


Penyesuaian diri merupakan salah satu persyaratan penting bagi terciptanya kesehatan jiwa/mental individu. Banyak individu yang menderita dan tidak mampu mencapai kebahagiaan dalam hidupnya, karena ketidak- mampuannya dalam menyesuaikan diri, baik dengan kehidupan keluarga, sekolah, pekerjaan dan dalam masyarakat pada umumnya. Tidak jarang pula ditemui bahwa orang-orang mengalami stres dan depresi disebabkan oleh kegagalan mereka untuk melakukan penyesaian diri dengan kondisi yang penuh tekanan. Sesuai dengan pengertiannya, maka tingkah laku manusia dapat dipandang sebagai reaksi terhadap berbagai tuntutan dan tekanan lingkungan tempat ia hidup seperti cuaca dan berbagai unsur alami lainnya. Semua mahluk hidup secara alami dibekali kemampuan untuk menolong dirinya sendiri dengan cara menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan materi dan alam agar dapat bertahan hidup. Dalam istilah psikologi, penyesuaian (adaptation dalam istilah Biologi) disebut dengan istilah adjusment.


Adjustment itu sendiri merupakan suatu proses untuk mencari titik temu antara kondisi diri sendiri dan tuntutan lingkungan (Davidoff, 1991). Manusia dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, kejiwaan dan lingkungan alam sekitarnya. Kehidupan itu sendiri secara alamiah juga mendorong manusia untuk terus-menerus menyesuaikan diri. Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungannya. Atas dasar pengertian tersebut dapat diberikan batasan bahwa kemampuan  manusia sanggup untuk membuat hubungan-hubungan yang menyenangkan antara manusia dengan lingkungannya.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar

 Nama guru.          : Mitha Aviska, S. Pd.,Gr Mata Pelajaran.    : Bimbingan dan Konseling Bidang Layanan   : layanan Informasi Materi     ...