Nama Guru : Mitha Aviska, S. Pd
Mata Pelajaran : Bimbingan dan Konseling
Materi : Cara Menjaga Kesehatan Mental di Kala Pandemi
Tujuan : Agar Peserta Didik Mampu Mencatat Pelajaran Di Dalam Kelas Dengan Tepat dan Cepat
Assalamualaikum selamat pagi anak soleh dan sholeha. Semangat kembali mengikuti PJJ dihari ini.. Dipersiapakan segala sesuatu yang diperlukan untuk menunjang pembelajaran nya. Tak bosan selalu ibu ingatkan untuk selalu Istiqomah dalam menjalankan Shalat 5 waktu Sunnah Dhuha dan Muroja'ah nya nak dirumah ... Semoga usaha dan niat kita semua dimudahkan oleh Allah SWT, dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.. stay safe untuk kita semua^^
Sejak pandemi COVID-19 melanda dunia,
termasuk Indonesia, Smartcitizen mungkin
sudah tidak asing dengan perasaan dan pikiran buruk yang muncul di
benak. Dari kekhawatiran terhadap kesehatan hingga kehilangan mata pencaharian,
memunculkan perasaan cemas, takut, dan stres pada sebagian orang. Smartcitizen,
tidak ada salahnya jika muncul pikiran-pikiran negatif selama masa pandemi ini.
Reaksi setiap orang terhadap perubahan besar tentunya berbeda-beda. Namun,
perasaan cemas dan stres ini tetap perlu dikelola dan ditangani, agar tidak
memunculkan masalah yang lebih parah dan berkelanjutan.
Bagaimana Menjaga Kesehatan Mental Selama
Pandemi?
Menurut CDC (Centers for Disease Control
and Prevention atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika
Serikat), stres di kala pandemi dapat menyebabkan gangguan tidur, kehilangan
nafsu makan, sulit berkonsentrasi, bahkan kondisi kesehatan tubuh memburuk.
Dari fakta tersebut, sudah jelas bahwa menjaga kesehatan mental selama pandemi
sama pentingnya dengan menjaga kesehatan jasmani, sebab kedua aspek tersebut
sangat bergantung satu sama lain. Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal
mengalami rasa cemas atau stres yang berlebih pada saat ini, berikut adalah beberapa
strategi yang bisa kamu gunakan:
Batasi Penggunaan Media Sosial dan Berita
Mengikuti perkembangan terbaru tentunya
penting, tapi terus membaca berita buruk setiap hari sangat tidak efektif dalam
menenangkan pikiran negatif. Berita terpercaya maupun secuplik rumor dapat
berdampak buruk pada kesehatan mental. Tidak perlu sampai meng-uninstall
aplikasi berita di smartphone-mu, tapi jangan sampai membaca berita mengenai
pandemi selama berjam-jam. Batasilah penggunaan teknologi, ingat bahwa kadang
kita perlu keluar dari dunia maya dan mencari aktivitas lain yang membuat kita
merasa senang dan nyaman.
Sibukkan Diri dengan Berbagai Aktivitas
Di tengah pelaksanaan PSBB (Pembatasan
Sosial Berskala Besar), tersedia waktu yang lebih banyak untuk mencoba hobi baru
atau melakukan hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya. Bacalah buku yang
belum pernah kamu baca, melukis, menulis, menonton serial TV yang sampai saat
ini belum sempat kamu tonton, atau coba mempelajari bahasa baru. Hal-hal
produktif yang bisa kamu lakukan dari rumah hampir tak ada batasnya. Aktivitas
seperti ini biasanya efektif dalam mengalihkan perhatianmu dari pikiran negatif
yang bermunculan ke sesuatu yang lebih positif. Lebih baik lagi jika kamu bisa
melakukan aktivitas-aktivitas tersebut bersama orang lain di rumahmu.
Tetap Bersosialisasi
Terkurung di rumah tanpa boleh keluar
mungkin bisa membuat stres untuk sebagian orang. Kesendirian ini berpotensi
memunculkan pikiran-pikiran negatif yang ingin kita hindari. Anggaplah
karantina ini sebagai kesempatan untuk mempererat hubungan dengan keluarga atau
orang-orang yang tinggal serumah denganmu. Ajaklah mereka mengobrol, rencanakan
aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan bersama. Kalau kamu merasa
kecemasanmu berlebih dan tidak bisa ditanggapi sendirian, ceritakanlah
masalahmu kepada orang yang kamu percaya. Mereka mungkin memiliki solusi yang
kamu inginkan atau cukup bersedia mendengarkanmu. Setelah mengungkapkan
masalahmu kepada orang lain, seringkali kamu akan merasa lebih lega. Jika kamu hanya
sendirian di rumah, hubungilah teman atau kerabat melalui chat, SMS, email,
telepon, atau video call. Hubungi teman dan keluargamu secara rutin, tidak
hanya untuk ketenangan pribadi, tapi juga untuk mengecek kondisi mereka juga.
Jaga Kesehatan Tubuh
Seperti yang sudah dijelaskan di atas,
kesehatan jasmani dan kesehatan mental sangat berhubungan satu sama lain. Jika
kesehatan mentalmu turun, daya tahan tubuh akan mengikuti, begitu pun
sebaliknya. Walaupun kamu di rumah saja 24 jam sehari, tetaplah jaga jadwal
tidurmu. Tidur paling tidak 7 jam sehari sangatlah penting. Selain itu, pola
makan juga perlu dijaga. Hindari kafein dan merokok karena dapat memperburuk
rasa cemas atau stres. Berolahraga secara rutin juga bisa menjadi pengalih
perhatian yang positif serta membantu dalam menjaga daya tahan tubuh.
Bagaimana Jika Aku Masih Stres?
Kadang rasa cemas dapat menjadi sangat
berlebihan, sehingga metode-metode di atas kurang cocok untuk menghadapinya.
Jika kamu mengalami stres berat dan merasa tidak mampu mengatasinya, kamu
mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter jiwa (psikiater), psikolog,
psikoterapis, atau profesional kesehatan lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar